Tuesday, 17 December 2013

Politisi PKS Peringatkan KPK AgarJangan Jadi Kantor Berita


Wakil Seketaris Jendral (wasekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS)Fahri Hamzah mengatakan, terkait pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad yang menyebut Jawa timur sebagai sarang koruptor kelas wahid. KPK dalam haal ini pun sudah dianggap menyimpang dari tugas
utamanya dan untuk itu harus ditegur.

“Tidak selayaknya KPK membuat tuduhan terbuka karena itu bertentangan dengan
maksud dibuatnya KPK sesuai UU No 30/2002,” kata Fahri Hamzah, Jakarta, Senin (16/12/2013).
Menurut anggota Komisi III DPR ini, Justru citra suatu Provinsi harus dijaga dengan memperkuat fungsi-fungsi pencegahan yang sangat dominan dalam UU, namun diabaikan oleh KPK.

“Kalau benar korupsi masih di Jatim lalu mengapa 3 tahun berturut Jatim dapat WTP dari BPK dan mayoritas Kabupaten/kota dijata juga dapat WTP?,” tandasnya. Tak hanya itu, ia juga mengingatkan KPK dengan keras, bahwa sebaiknya KPK berhenti menjadikan kantor KPK menjadi kantor berita
dan mengemballikan fungsi sebagai penegak hukum.
“Bukan sekedar tidak setuju tapi lebih dari itu KPK menyimpang dari tugas utamanya dan untuk itu harus ditegur,” imbuhnya. Seperti diberitakan, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad mengaku kewalahan memberantas korupsi di Provinsi Jawa Timur. Pasalnya, para koruptor di Jawa Timur sudah masuk kategori perampok wahid.

“Di Jawa timur itu perampok kelas wahid, itu kategorinya perampok yang tidak bisa dimaafkan,” katanya saat diskusi Pekan Politik Kebangsaan Menyongsong Indonesia Memilih 2014 bertajuk “Menyorot Pilkada, Pileg dan Pilpres”, di kantor ICIS, Menteng,

Jakarta, Kamis (12/12/2013).

No comments:

Post a Comment