Friday, 6 January 2017

Hadi : Kenaikan Harga BBM Bisa Picu Penurunan Produktivitas Nasional

05 Januari 2017 | 13 : 33 wib

SEMARANG , PKS Jateng Online – Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Jawa Tengah meminta pemerintah untuk membatalkan kenaikan harga bahan bakar minyak ( BBM ) bersubsidi yang mulai berlaku hari ini, Kamis (5 / 1 / 2017 ) .
Menurut wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah , Hadi Santoso , kenaikan harga BBM yang mendadak membuat masyarakat tidak siap , sehingga kemungkinan bisa memicu penurunan produktivitas nasional ."Sebaiknya pemerintahan Jokowi -JK membatalkan kenaikan harga BBM karena dampaknya akan sangat luar biasa," katanya di Semarang , Kamis ( 5 /1 / 2017 ).
Sebab, lanjut Hadi , belum ada skema baru yang ditawarkan Jokowi- JK untuk menjamin dampak kenaikan harga BBM sehingga tidak akan membuat masyarakat semakin terpuruk . Apalagi kenaikan harga BBM pastinya mempengaruhi kenaikan biaya transportasi ." Harga BBM akan turut mendongkrak ongkos transportasi yang harus dibayar oleh masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas seperti pengadaan barang atau jasa ," tuturnya.
Hal itu , kata Hadi , juga sekaligus membuat masyarakat melihat bahwa pemerintah tidak konsisten dalam persoalan BBM . Sebab, kata Hadi , pada bulan Desember 2016 , Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengatakan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak jenis pelayanan publik (public service obligation/ PSO ) hingga Maret 2017 . Saat itu , pemerintah tetap menahan harga kendati tren harga minyak dunia tengah naik .
“ Namun ternyata hari ini , kita menyaksikan semua harga BBM , kecuali premium naik Rp 300 , ini kan seolah- olah masyarakat dipermainkan oleh kebijakan yang tak populis , kalau terus demikian, maka pemerintah bisa kehilangan trust dari masyarakat ,” papar legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS ) Jateng ini .
Menurut Hadi , kenaikan harga BBM yang terkesan mendadak ini membuat para pelaku usaha , terutama usaha kecil dan masyarakat kelas menengah kebawah akan kelabakan dan merasakan langsung dampaknya .
“ Presiden kan selama ini identik dengan presiden yang merakyat, jadi dengan kenaikan BBM yang mendadak ini akan menggerus trust kepada pemerintah , terutama presiden , disisi lain , masyarakat belum siap dengan kenaikan ini , sehingga akan berdampak kepada daya beli yang semakin turun ,” tegasnya .
Dikatakan Hadi , kenaikan tersebut berdasarkan alasan Pertamina bahwa kenaikan harga ini dilakukan karena perhitungan untung rugi dan kenaikan harga minyak mentah pasca sidang negara -negara pengekspor minyak (OPEC ) yang memutuskan untuk memangkas produksi .
“ Masyarakat yang terdiri dari berbagai ormas, komunitas sopir dan berbagai elemen Jateng lain hingga pagi ini (kamis -red ) komplain ,mengeluhkan kenaikan BBM yang mendadak tersebut , mereka kecewa dengan kenaikan BBM ini, ” pungkasnya .
Selama dua tahun memimpin , Presiden Jokowi sudah menaikkan harga BBM sebanyak lima kali dan menurunkan dua kali . Terakhir, presiden asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) itu kembali menaikkan harga BBM Rp 300 untuk semua jenis BBM kecali premium.
Sebagai informasi , penyesuaian harga BBM umum adalah jenis Pertamax Series , Pertalite, dan Dexlite . BBM jenis tersebut dinaikkan sebesar Rp300 per liter. Pertamina beralasan, kenaikan harga tersebut , seiring dengan kondisi harga minyak mentah dunia .
Untuk harga Pertamax di DKI Jakarta , dan seluruh provinsi di Jawa -Bali ditetapkan sebesar Rp 8 .050 per liter dari semula Rp 7 .750 per liter. Adapun , di daerah yang sama, Pertalite menjadi Rp 7 .350 per liter dari sebelumnya Rp 7 .050 per liter .
Sementara itu , Pertamina Dex dilepas diharga Rp 8 .400 per liter untuk wilayah DKI Jakarta , Banten , dan Jawa Barat , serta Rp 8 . 500 per liter untuk DI Yogyakarta, Jawa Tengah , dan Jawa Timur . Dexlite yang menjadi pilihan baru untuk produk diesel ditetapkan menjadi Rp 7 .200 per liter untuk Jawa -Bali - Nusa Tenggara .
( Ped )

Tuesday, 24 November 2015

PENGUAT RUHIYAH

Dari seluruh konsep (mafahim, manahij, dan wasail ) tarbiyah ruhiyah dapat disimpulkan bahwa terdapat dua faktor penguat ruhiyah:
1- ﺍﻟْﻤَﻔَﺎﻫِﻴْﻢُ ﺍﻟﺮُّﻭْﺣِﻴَّﺔُ
-2 ﺍﻷَﻋْﻤَﺎﻝُ ﺍﻟﺘَّﻌَﺒُّﺪِﻳَّﺔُ
Pemahaman ruhiyah dan amal-amal
ta’abbudiyah .
Kekuatan ruhiyah dibentuk oleh pemahaman ruhiyah di satu sisi dan di sisi lain oleh amalan-amalan.
Mafahim Ruhiyah
Mafahim ruhiyah secara sederhana seperti yang disimpulkan Ibnu Taimiyah dalam Al-Waabil As-Shayyib bahwa seluruh perjalanan hidup kita sebagai mukmin akan menjadi sempurna ketika kita ada dalam dua kaca mata yang berimbang:
ﻣُﺸَﺎﻫَﺪَﺓُ ﺍﻟْﻤِﻨَّﺔِ ﻭَ ﺍﻻِﻋْﺘِﺮَﺍﻑُ ﺑِﺎﻟْﻘُﺼُﻮْﺭِ
Mempersaksikan semua karunia yang diberikan Allah di satu sisi dan di sisi lain adalah pengakuan atas kelalaian-kelalaian kita. Antara apa yang kita persembahkan kepada Allah dengan apa yang diberikan Allah itu tidak pernah imbang. Kita menerima karunia Allah jauh lebih banyak dari amal yang kita persembahkan kepada Allah. Situasi inilah yang membuat kita berada di antara al-khauf war-raja (takut dan berharap), kesadaran yang berkesinambungan bahwa apa yang kita berikan tidak akan pernah bisa mencukupi atau mengimbangi karunia Allah.
Amal-amal Ta’abbudiyah
Dalam kesadaran seperti itulah intisari dari
wasail/a’mal tarbiyah ruhiyah terfokus pada tiga hal yaitu tilawatul quran, shalat, dan dzikir.
1. Tilawatul Qur’an
Ada dua bentuk tilawah:
ﺍﻟﺘِّﻼَﻭَﺓُ ﺍﻟﺘَّﻌَﺒُّﺪِﻳَّﺔُ ﻭَ ﺍﻟﺘِّﻼَﻭَﺓُ ﺍﻟﺘَّﺄَﻣُّﻠِﻴَّﺔُ
Tilawah ta’abbudiyah (tilawah ritual ibadah) dan tilawah ta-ammuliyah (tilawah perenungan).
Yang kedua, memperbanyak waktu untuk
tilawah ta-ammuliyah dengan melakukan pendekatan berbasis tematik, kita mulai membaca Quran dengan pendekatan ta-ammul (perenungan mendalam), dan mencoba melakukan istilham (mencari ilham/inspirasi) dari Al-Quran ini. Kita mencoba berimajinasi seperti dahulu Muhammad Iqbal dan Hasan Al-Banna melakukannya. Waktu beliau membaca Al-Quran, orang tuanya bertanya, “Apa yang kamu baca?” Saya sedang membaca Al-Quran. Lalu orang tuanya mengatakan, “Bacalah Al-Quran itu seolah-olah ia diturunkan kepadamu.” Karena Al-Quran ini diturunkan pada fase yang lama, tidak sekaligus, oleh karena itu unsur momentum menjadi penting dalam memahaminya. Dan momentum-momentum itu diciptakan oleh Allah berulang dalam kehidupan manusia sehingga kemungkinan kita melakukan qiyas (analogi) kepada momentum-momentum itu sangat banyak walaupun tidak persis sama kejadiannya, tetapi kita tetap bisa mendapatkan ilham dari situ, karena Al-Quran dating dengan kaidah-kaidah umum dan tidak tergantung kepada kekhususan sebab peristiwa turunnya. Kaidahnya adalah:
ﺍﻟْﻌِﺒْﺮَﺓُ ﺑِﻌُﻤُﻮْﻡِ ﺍﻟﻠَّﻔْﻆِ ﻻَ ﺑِﺨُﺼُﻮْﺹِ ﺍﻟﺴَّﺒَﺐِ
Ibrah dari ayat itu adalah dengan keumuman lafazhnya (teksnya) dan bukan dengan kekhususan sebab turunnya.
Konteks turunnya penting untuk memberikan ilham dalam menemukan kesamaan, tetapi ibrahnya tetap berlaku umum. Surat-surat Al-Quran itu memiliki kedekatan-kedekatan antara satu dengan lainnya. Seperti surat Al-Anfal, At-Taubah, Muhammad dan Al-Fath adalah surat-surat jihad dari sisi tema suratnya.
Contoh lain adalah ketika kita memperhatkan kata al-makr (makar) di dalam Al-Quran, maka ayat-ayatnya menjelaskan bagaimana konstruksi konseptual dari makar itu dalam tinjauan Al-Quran. Salah satu yang menarik bahwa semua makar yang disebutkan dalam Al-Quran selalu dihubungkan dengan sifat Allah yang terkait dengan al-qudrah (Kemahakuasaan Allah) dan selalu diletakkan dalam konteks al-qadha wal qadar , supaya kita membaca tentang makar manusia sehebat apapun, tetapi kendali alam semesta ini tetaplah dalam kekuasaan Allah:
ﻭَﻻ ﻳَﺤْﺴَﺒَﻦَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ ﺳَﺒَﻘُﻮﺍ ﺇِﻧَّﻬُﻢْ ﻻ ﻳُﻌْﺠِﺰُﻭﻥَ
Dan janganlah orang-orang yang kafir itu mengira, bahwa mereka akan dapat lolos (dari kekuasaan Allah). Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan (Allah).
Begitu juga ayat-ayat yang terkait dengan fakta-fakta alam raya, seperti angin yang dijelaskan sebagai salah satu tentara Allah, oleh karena itu sains tidak pernah punya ilmu pasti tentang arah angin, tetapi selalu perkiraan, karena Allahlah yang yusharrifuhu (mengarahkannya) sekehendak-Nya. Bahwa setiap benda ada malaikat yang mengurusnya, waktu kita naik pesawat melalui turbulence, ada malaikat yang khusus mengatur akan dibawa ke mana angin itu.
Pembacaan dan perenungan seperti ini akan meningkatkan penghayatan kita dan dengan sendirinya akan memberikan kepada kita pencerahan ruhiyah, terutama saat kita menghadapi begitu banyak syubuhat (hal-hal yang kabur), atau berhadapan dengan keadaan kritis. Efek dari penghayatan itu akan muncul di saat-saat seperti itu. Dialah yang memberikan kita kepastian, dialah yang juga memberikan kita keteguhan.
Kita harus rajin membaca kitab tafsir yang alhamdulillah beberapa referensi utamanya sudah diterjemahkan karena gerakan terjemah selama 20 tahun ini luar biasa kemajuannya.
2. Shalat
Shalat adalah imaduddin atau tulang punggung dari tadayun (religiusitas) kita. Aplikasinya adalah kira-kira jumlah rakaat shalat wajib dan sunnah yang kita lakukan sehari berjumlah 42 rakaat: 17 rakaat shalat 5 waktu, 10 rakaat sunnah rawatib (2 sebelum zhuhur, 2 sesudah zhuhur, 2 sesudah isya dan 2 sebelum subuh), 4 rakaat dhuha, 11 rakaat qiyamul lail.
Yang faraidh (wajib) harus berusaha melaksanakannya berjamaah di masjid atau di kantor atau di perjalanan, agar kita mendapat penggandaan pahala dan keutamaannya. Lalu berusaha menjaga 10 rakaat yang rawatib tadi dan selalu kita menjadikannya sebagai standar.
Yang penting dari ibadah-ibadah ini adalah al-muwazhabah (kesinambungan). Jika kita belum kuat shalat qiyam dengan waktu dan bacaan yang lama, lakukanlah terus-menerus meski dengan surat-surat pendek. Nanti secara perlahan-lahan pasti akan menemukan kekuatan-kekuatan baru untuk melakukannya lebih lama. Kalau kita tidak bisa melakukan 11 rakaat, witirnya kita tambah dari 3 menjadi 5 rakaat, naik menjadi 7 dan seterusnya. Sekali lagi yang penting adalah kesinambungan. Insya Allah kalau kita melaksanakan tilawah dan shalat secara berkesinambungan seperti ini kita akan mempunyai tingkat stabilitas ruhiyah yang bagus.
3. Dzikir Muthlaq
Dzikir mutlak berupa istighfar seratus kali atau seribu kali, la ilaha illallah seratus atau seribu kali. Dzikir mutlak ini harus diperbanyak untuk mengimbangi wirid-wirid yang kita baca dalam sehari.
Sebenarnya dzikir adalah tools untuk menjaga ingatan kita kepada tujuan akhir. Kalau
wazhifah kubra ( al-ma’tsurat) adalah ijtihad Imam Syahid Hasan Al-Banna mengumpulkan doa-doa yang bertebaran dari sekian banyak hadits dikumpulkan jadi satu dan dianjurkan untuk dibaca pagi dan petang.
Inilah tiga sarana utama tarbiyah ruhiyah untuk memberikan energi yang cukup dalam memikul beban dan energi untuk melawan musuh Allah.
Redaktur: Samin Barkah, Lc., ME

Friday, 13 November 2015

SANG MUROBBI ITU TELAH BERPULANG (dr.H.Rochmat Isnaini)

PKS Rembang – Mendung tebal dan hujan turun di langit kabupaten Rembang, Kamis (12/11/2015) seakan menjadi sebuah pertanda, bahwa segenap keluarga besar
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sedang berduka. Adalah Rochmad Isnaini, seorang dokter sekaligus pejuang dakwah dari tanah Rembang, sekitar pukul 07.40 WIB menghadap ke haribaan Sang Khalik untuk selama-lamanya.
Menurut Sekretaris Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jawa Tengah, Ikhsan Mustofa, yang juga sahabat karib Rahmat, seperti yang dikutip PKS Jateng Online , ihwal kepergian Rochmad .
“Awal sakit adalah bulan Ramadhan lalu, meski beliau berprofesi sebagai dokter, dan sudah tahu obat untuk sakit yang dideritanya, namun kali ini obatnya malah membuat alergi, melepuh sekujur tubuh, bahkan beliau tidak bisa terpejam saat puncak sakitnya di Tangerang,” ujar Ikhsan.
Setelah melakukan pengobatan di Tangerang, Ikhsan menceritakan ada perkembangan yang cukup baik, dimana Rahmat yang pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rembang 2009-2014 ini akhirnya dibawa pulang ke Rembang.
“Namun, pada akhir Oktober kemarin ngedrop lagi dan dibawa ke RS Telogorejo, terakhir indikasi paru-paru basah, tapi hingga 10 hari di Telogorejo tidak ada perubahan positif, dan keputusan keluarga ditarik untuk dipindah ke RSUD di Boyolali dengan alasan dekat dengan tempat kelahiran beliau,” jelas pria yang juga anggota DPRD Jateng dari Daerah Pemilihan III (Pati, Rembang dan Blora) ini.
Pada akhirnya, Ikhsan menuturkan bahwa sahabat karibnya itu dikehendaki Allah SWT untuk kembali ke pangkuannya, Kamis (12/11/2015) sekitar pukul 07.40 WIB. Rochmad diketahui menderita penyakit eritroderma yang disebabkan karena alergi antibiotik.
“Banyak kenangan dakwah yang beliau torehkan, beliau adalah sang pembabat alas di kabupaten Rembang, hingga capainnya mengantarkan tiga aleg kabupaten, meski saat ini tinggal satu aleg Provinsi dan pusat, untuk Provinsi saya sendiri dan pusat adalah Gamari Sutrisno,”tandasnya.

Dikutip dari PKSiana

Tuesday, 17 December 2013

Politisi PKS Peringatkan KPK AgarJangan Jadi Kantor Berita


Wakil Seketaris Jendral (wasekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS)Fahri Hamzah mengatakan, terkait pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad yang menyebut Jawa timur sebagai sarang koruptor kelas wahid. KPK dalam haal ini pun sudah dianggap menyimpang dari tugas
utamanya dan untuk itu harus ditegur.

“Tidak selayaknya KPK membuat tuduhan terbuka karena itu bertentangan dengan
maksud dibuatnya KPK sesuai UU No 30/2002,” kata Fahri Hamzah, Jakarta, Senin (16/12/2013).
Menurut anggota Komisi III DPR ini, Justru citra suatu Provinsi harus dijaga dengan memperkuat fungsi-fungsi pencegahan yang sangat dominan dalam UU, namun diabaikan oleh KPK.

“Kalau benar korupsi masih di Jatim lalu mengapa 3 tahun berturut Jatim dapat WTP dari BPK dan mayoritas Kabupaten/kota dijata juga dapat WTP?,” tandasnya. Tak hanya itu, ia juga mengingatkan KPK dengan keras, bahwa sebaiknya KPK berhenti menjadikan kantor KPK menjadi kantor berita
dan mengemballikan fungsi sebagai penegak hukum.
“Bukan sekedar tidak setuju tapi lebih dari itu KPK menyimpang dari tugas utamanya dan untuk itu harus ditegur,” imbuhnya. Seperti diberitakan, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad mengaku kewalahan memberantas korupsi di Provinsi Jawa Timur. Pasalnya, para koruptor di Jawa Timur sudah masuk kategori perampok wahid.

“Di Jawa timur itu perampok kelas wahid, itu kategorinya perampok yang tidak bisa dimaafkan,” katanya saat diskusi Pekan Politik Kebangsaan Menyongsong Indonesia Memilih 2014 bertajuk “Menyorot Pilkada, Pileg dan Pilpres”, di kantor ICIS, Menteng,

Jakarta, Kamis (12/12/2013).

Wednesday, 4 December 2013

Mestinya KPK Berani Tangkap Bu Pur Alias Bunda Putri, Istri Kepala "RT" Cikeas! Ingat Kasus Impor Sapi?

Harapan agar Komisi Pemberantasan Korupsi
(KPK) tegas tanpa pandang bulu dalam penegakan hukum terhadap pelaku korupsi, terutama kasus mega korupsi Hambalang terus
disuarakan oleh para aktivis. KPK diminta berani menangkap pelaku yang telah memenuhi bukti-bukti keterlibatannya.
"Indikator proses penegakan hukum kasus Hambalang berjalan lambat adalah belum ditangkapnya para pelaku yang terbukti terlibat
dalam kasus tersebut. Ibu Pur contohnya, hingga saat ini masih bebas dan belum menjadi
tersangka," kata aktivis 98 Ahmad Kasino, Rabu (4/12).

Kasino mengatakan, mantan
pegawai Permai Group, Mindo Rosalina Manulang menegaskan
ada peran besar Sylvia Soleha alias Bu Pur dalam proyek pembangunan Pusat Pendidikan
Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON), Hambalang, Jawa Barat. Demikian juga pernyataan Sekmenpora Wafid Muharam
kepada Rosa, bahwa Bu Pur adalah istri Kepala Rumah Tangga Cikeas yang ikut atur proyek Hambalang.
Lebih lanjut, Kasino mengatakan, "karena ini kesaksian Rosalinda Manulang saat bersaksi dalam sidang terdakwa Deddy Kusdinar di
Pengadilan Tipikor Jakarta pada 3 Desember 2013, maka KPK harus berani tegas menangkap ibu Pur untuk segera diperiksa. Diperiksanya
ibu Pur akan terang benderang tabir kasus korupsi Hambalang. Bayangkan saja, berdasarkan kesaksian Rosa tersebut, seorang
istri kepala rumah tangga bisa atur proyek di kementerian, ini negara sudah sangat rusak. Analoginya, seperti seorang pembantu rumah
tangga yang bisa atur semua keperluan rumah tangga majikannya. Kira-kira ada dua makna:
Pertama, pembantu rumah tangga yang super sembrono atau tidak tahu diri;
Kedua, memang
pembantu rumah tangga itu disuruh 'Nyonya Besar" majikannya." Kasus Hambalang momentum KPK mengembalikan cita-cita reformasi untuk pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). "Berantas Korupsi harus dari atas supaya ada efek jera. Dalam suasana negara
yang sangat menyedihkan : Kaum elite kekuasaan berpesta pora korupsi menjarah uang negara, sementara ada pelajar SMP yang
nekat mencuri susu bubuk kotak di minimarket demi adiknya yang masih bayi agar tidak kekurangan gizi. Saatnya KPK mewujudkan
pemberantasan KKN, " tegas Ahmad Kasino.

Sumber: rimanews

Tuesday, 3 December 2013

BELAJAR QONA'AH


03 Desember 2013 05:36 WIB

Kekayaan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Muhbib Abdul Wahab

Suatu ketika Nabi Muhammad SAW bertanya kepada Abu Dzar Al-Ghifari. "Wahai Abu Dzar,
apakah menurutmu banyaknya harta itu merupakan kekayaan?” Abu Dzar diam saja, tidak menjawab. Pertanyaan itu lalu dijawab sendiri oleh Nabi:
“ Kekayaan hakiki adalah kekayaan hati; dan kemiskinan sejati adalah kemiskinan hati. Siapa yang memiliki kekayaan hati, maka kondisi duniawi apapun yang dialaminya tidak akan mendatangkan kemudharatan baginya. Sebaliknya, siapa yang miskin hati, maka apapun yang melebihi isi dunia tidak akan
pernah mencukupinya. " (HR Ibnu Hibban) Nabi SAW lalu melanjutkan pesan moralnya,
“ Jadilah engkau orang yang wara’, niscaya engkau akan menjadi orang yang paling ahli ibadah; dan jadilah engkau yang selalu merasa cukup (qana’ah), niscaya engkau menjadi orang yang paling pandai bersyukur. ” (HR Al-Baihaqi).

Sebab Allah SWT menegaskan,
“ Dan sedikit sekali hamba-hamba-Ku yang pandai bersyukur. ”
(QS Saba’ [34]: 13).
Dengan kata lain, bersikap qana’ah merupakan kunci menjadi orang yang bersyukur. Qana’ah berarti merasa cukup, puas, dan ridha
(menerima) terhadap bagian rezki atau apapun yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada kita.
Orang yang qana’ah, menurut al-Jahizh, selalu merasa berkecukupan, tidak merasa kurang
dengan terus mengeluh, dan tidak juga serakah dalam meraih kekayaan, kedudukan, dan
jabatan, termasuk jabatan politik.
Karena setiap manusia pada dasarnya sangat mencintai kekayaan/kedudukan duniawi (QS
Al-Adiyat [100]: 8).
Qana’ah itu tak ubahnya seperti rem yang dapat mengendalikan nafsu duniawi dan syahwat politik menuju tawakkal dan bersyukur kepada Allah SWT. Qana’ah dalam berbagai hal, termasuk jabatan
politik, sangat penting menjadi benteng moral, terutama bagi penguasa dan calon penguasa.
Qana’ah merupakan manifestasi kecerdasan moral yang dapat memerdekakan seseorang
dari penghambaan diri terhadap urusan duniawi yang menyilaukan dan tidak pernah memuaskan.
Sikap ini juga menjadi terapi mental penyakit hati seperti: tama', hasad (iri hati), namimah (adu domba, provokasi), dan kebohongan publik.
Qana’ah juga dapat menumbuhkan kelapangan jiwa (legowo), zuhud (asketis), dan rasa percaya
diri bahwa rezki dan rahmat Allah SWT itu maha luas, tidak terbatas pada kedudukan dan jabatan yang disandang seseorang. Karena itu, belajar qana’ah dalam menjalani
kehidupan ini merupakan salah satu bentuk pendakian spiritual yang sangat penting dalam
rangka pendekatan diri kepada Allah SWT. Tanpa belajar qana’ah , manusia cenderung menjadi serakah, tama’ dan korup.
Lebih-lebih jika ketiadaan qana’ah itu disandingkan dengan kekuasaan politik, maka yang bersangkutan akan semakin tidak bisa
mengendalikan dirinya dari korupsi dan memperkaya diri sendiri.
"Jika engkau mempunyai hati yang qana’ah, maka engkau dan pemilik dunia ini sama saja. "
Perkataan Imam Syafi'i ini senada dengan wasiat Ali bin Abi Thalib karramallahu wajhahu,
"Qana’ah itu merupakan kekayaan yang tidak pernah sirna."
Jabatan dan kekayaan itu datang silih berganti, dan tidak pernah abadi. “ Siapa bersikap dan
belajar qanaah, hidupnya selalu bahagia. Sebaliknya siapa berlaku tama’, ia akan menderita sepanjang masa, ” demikian kata Imam Ibn al-Jauzi. Belajar menjadi qana’ah sebenarnya tidak sulit. Menurut Ibrahim bin Muhammad al-Haqil,
dalam bukunya, al-Qanaah Mafhumuha, Manafi’uha, al-Thariq Ilaiha, ada beberapa kiat menjadi qana’ah. Pertama, pengakuan secara tulus bahwa Allah itu Mahaadil dalam membagi rezki bagi semua makhluk-Nya, termasuk manusia. Rezeki yang diberikan oleh Allah kepada manusia tidak diukur menurut tingkat pendidikan, kedudukan, dan jabatan. Rezki tidak selalu berbanding lurus dengan status sosial, jabatan, dan jenjang pendidikan. Kedua, melatih diri untuk tidak iri dan dengki terhadap kelebihan dan kekayaan yang diberikan kepada orang lain. Sebab iri dan dengki hanya akan menambah penderitaan jiwa
dan pengikisan amal kebajikan si pendengki. Kekayaan yang diberikan oleh Allah merupakan
ujian bagi yang menerimanya: apakah dia bisa memanfaatkan dan mensyukurinya dengan baik
atau justeru mengingkarinya?
Ketiga, menyadari sepenuh hati jabatan dan kekayaan itu amanah yang harus dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat. Karena itu, ambisi berlebihan untuk merebut
dan mempertahankan kekuasaan, khususnya kekuasaan politik, hanya akan memperturutkan nafsu politik daripada mengedepankan kearifan
dan peningkatan kinerja demi kemaslahatan dan kemajuan umat manusia. Keempat, menyikapi dan meresponi segala anugerah, kecil maupun besar, sedikit maupun
banyak, dengan meningkatkan rasa syukur. Yakinilah bahwa yang membuat pemberian Allah itu bermakna dan bernilai tambah adalah syukur.
“ Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan,"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu,
tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat. "
(QS. Ibrahim [14]:7).

Red: Damanhuri Zuhri

Monday, 2 December 2013

BAGAIMANA CARA SHALAT TAHAJJUD

ISLAM FOR BEGINNER

Bagaimana Cara Shalat Tahajjud

Jumat 20 Rabiulawal 1434 /
1 Februari 2013 15:35

“Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau.Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.” (QS : Al-Isro’ : 79)
SHALAT Tahajud adalah shalat sunah yang dikerjakan pada waktu malam, dimulai selepas isya sampai menjelang subuh dan dikerjakan setelah tidur atau terbangun dari
tidur.Shalat Tahajud juga adalah shalat sunah yang tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW
sepanjang hidupnya.Pembagian

Waktu Tahajud

Sepertiga malam, kira-kira mulai dari jam 19.00 sampai jam 22.00

Sepertiga kedua, kira-kira mulai dari jam 22.00 sampai dengan jam 01.00

Sepertiga ketiga, kira-kira dari jam 01.00 sampai dengan masuknya waktu subuh.

Abu Muslim bertanya kepada sahabat AbuDzar : “Di waktu manakah yang lebih utama
kita mengerjakan sholat malam?”
Sahabat Abu Dzar menjawab : “Aku telah bertanya kepada Rosulullah SAW sebagaimana engkau tanyakan kepadaku ini.” Rosulullah SAW bersabda :
“Perut malam yang masih tinggal adalah 1/3 yang akhir. Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakannya.” (HR Ahmad)
Bersabda Rasulullah SAW :
“ Sesungguhnya pada waktu malam ada satu saat ( waktu. ). Seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan didunia maupun diakhirat kepada Allah SWT, niscaya Allah SWT
akan memberinya. Dan itu berlaku setiap malam.” ( HR Muslim )
Tata Cara Shalat Tahajud
1. Berniat untuk mengerjakan shalat tahajud
2. Raka’at pertama membaca surah Al Fatihah, setelah itu di lanjut dengan Bacaan/ surah lain yang Anda sudah hafal
3. Pada raka’at selanjutnya lakukan seperti raka’at pertama
4. Salam Jumlah rakaat pada shalat tahajud tidak terbatas, mulai dari 2 rakaat, 4, dst. [rd]

Sumber Berita : Web Islampos